Posted on: October 25, 2020 Posted by: Nani Comments: 0
Media Tanam Tanah

Cari Tau Perbedaan Jenis dan Manfaat Media Tanam Yuk!

Hi Sobat Berkebun! Untuk kalian yang lagi belajar untuk berkebun kira kira tahu gaksih kalau ternyata dalam menanam tanaman terdapat beberapa perbedaan jenis dan manfaat dari media tanam yang anda gunakan?

 

Dimulai dari Serabut Kelapa hingga Gel Sintesis, ternyata memiliki manfaat yang berbeda-beda dan tentunya perbedaan tersebut sangat berpengaruh bagi tanaman yang telah kalian pilih!

 

Menurut Merdeka.com  media tanam hadir untuk membantu menjaga kelembapan disekitar akar tanaman serta untuk menjaga unsur udara dan menyiapkan cadangan udara bagi tanaman tersebut. Salah satu media tanam yang paling umum digunakan oleh para Sobat Berkebun adalah media tanam tanah. Hal tersebut terjadi karena mudah ditemukannya media tanam tanah tersebut, serta penggunaan yang umum dilakukan oleh para pecinta tanaman.

 

Namun selain media tanam tanah, masih terdapat banyak media tanam lain yang memiliki manfaat yang jauh berbeda dengan tanah. Yuk simak lebih lanjut terkait perbedaan jenis dan manfaat media tanam!

1. Tanah

Media Tanam Tanah

 

Menurut artikel Dekoruma.com tanah merupakan media tanam yang umum digunakan untuk menanam, namun tanah sendiri terbagi menjadi beberapa macam jenis dengan manfaat yang berbeda.

 

Tanah Humus

Tanah Humus merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan pepohonan dan dedaunan serta sangat mudah ditemukan di negara beriklim tropis. Manfaat dari digunakannya tanah humus adalah untuk membantu memberikan nutrisi bagi tanaman, serta meningkatkan kandungan air di tanah. Sifat daripada tanah humus adalah daya serap yang tinggi serta gembur sehingga tanah humus merupakan salah satu tanah yang paling sering digunakan oleh para penggiat tanaman.

 

Tanah Aluvial

Tanah Aluvial merupakan tanah yang terbentuk dari pengendapan lumpur yang berada di sungai dataran rendah. Tanah Aluvial umumnya digunakan oleh para petani karena memiliki sifat yang subur, mudah menyerap air serta memiliki fungsi lain yaitu untuk memperlancar irigasi dan membantu menyimpan air cadangan.

 

Tanah Vulkanik

Sesuai dengan namanya, Tanah Vulkanik merupakan tanah yang berasal dari letusan gunung merapi yang biasanya digunakan untuk meningkatkan hasil panen dan membantu menutrisi tanaman. Tanah Vulkanik memiliki kandungan zat hara yang sangat kaya, namun disisi lain memiliki kekurangan yaitu sangat rentan dengan erosi. Sehingga tanah vulkanik sangat tidak disarankan untuk menanam tanaman yang berada di dataran tinggi.

Masih banyak jenis tanaman lain yang bisa digunakan untuk menanam tanaman bagi para Sobat Berkebun, namun untuk bagi para pemula, beberpaa jenis tanah yang telah disebutkan sebelumnya adalah jenis tanah yang disarankan dan lebih mudah digunakan serta ditemukan.

2. Arang Sekam/ Sekam Hitam

Media Tanam Sekam Hitam

 

Sekam merupakan sebuah kulit padi yang didapat dari hasil proses penggilingan padi dengan cara memisahkan beras dengan kulitnya. Sekam Hitam didapat dari hasil pembakaran kulit padi yang tidak sempurna. Salah satu manfaat dari Sekam Hitam adalah memiliki kandungan karbon yang tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu media tanam murni atau media tanam yang tidak perlu mencampurkan dengan media tanam lain seperti contohnya yang berbasis tanah. Hal ini dapat dilihat dari website Mitalom.com  yang memiliki berbagai informasi untuk belajar salah satunya berkebun.

 

Sekar Hitam juga memiliki kemampuan menahan air yang sangat tinggi sehingga mampu untuk menerima sinar matahari dengan baik serta memiliki sirkulasi udara yang tinggi. Selain itu manfaat lain dari sekar hitam adalah untuk meningkatkan kadar pH pada tanah asam karena memiliki pH yang cukup tinggi yaitu 8,5 hingga 9,0.

Sekar Hitam juga memiliki manfaat lain seperti meningkatkan produksi tanaman, mempertahankan kelembapan  hingga memacu pertumbuhan proliferation atau sebuah mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.

 

Sekam Hitam umum digunakan sebagai media tanam jenis hidroponik karena salah satu manfaatnya yaitu unsur hara yang tinggi serta mempertahankan kelembapan. Jadi bagi Sobat Berkebun yang memiliki ketertarikan dengan dunia tanaman hidroponik sangat kami sarankan untuk mencoba menanam menggunakan media tanam Sekam Hitam.

3. Sekam Padi Mentah

Media Tanam Sekam Padi Mentah

 

Selain Sekam Hitam, Padi juga dapat media tanam lain dengan sebutan Sekam Padi Mentah. Sekam Padi Mentah merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang disebut dengan lemma dan palea yang saling bertautan antar satu dengan yang lainnya. Menurut website Mediatani.co Sekam Padi juga memiliki beberapa manfaat yang tidak kalah penting dari Sekam Arang/Sekam Hitam.

 

Manfaat Sekam Padi Mentah antara lain adalah untuk memperkuat tanaman dan mendorong perkembangan sel-sel tanaman, selain itu adalah sebagai tempat hidup yang baik bagi jasad renik atau mikroba yang bermanfaat untuk tanah jika dijadikan sebagai media tanam campur. Percampuran media tanam tanah dan Sekam Padi Mentah sangat disarankan karena dapat meningkatkan nutrisi daripada pupuk buatan yang sudah disesuaikan dengan takaran yang disesuaikan dengan jenis tanaman. Namun harga Sekam Padi Mentah dapat dikatakan mahal karena harus melalui proses pembuatan yang memakan waktu dan membutuhkan banyak bahan bakar.

4. Sabut Kelapa (Cocopeat)

Media Tanam Sabut Kelapa (Cocopeat)

 

Pada awalnya, sabut kelapa hanya digunakan sebagai salah satu bahan bakar untuk industri ataupun bahan bakar rumah tangga saja, namun karena dinilai belum maksimal dalam memanfaatkannya sehingga munculah ide untuk membuat media tanam yang berasal dari sabut kelapa dan dinamakan dengan cocopeat, karena didasari oleh hasil penelitan dan sudah dibuktikan bahwa sabut kelapa memiliki banyak manfaat seperti pembuatan pupuk organik untuk media tanam dan dapat mengurangi limbah kelapa.

 

Mediatani.co   memberikan informasi bahwa Sabut Kelapa dapat digunakan sebagai salah satu media tanam ketika sabut kelapa tersebut diubah dari limbah kelapa menjad berbentuk serbuk. Sabut Kelapa umumnya digunakan bagi beberapa tanaman seperti daun mint, sawi, anggrek. Namun Sabut Kelapa juga dapat dijadikan sebagai media tanam langsung tanpa perlu dijadikan serbuk, yaitu dengan cara memotong bagian atas daripada buah kelapa lalu membelahnya menjadi beberapa bagian, dan direkatkan kembali menggunakan kawat untuk dijadikan media tanam gantung yang umumnya dapat menanam bawang, tomat, serta tanaman lainnya.

 

Kelebihan dari serbuk kelapa atau cocopeat adalah dapat digunakan berkali-kali karena sifatnya yang awet dan tahan lama. Selanjutnya adalah aman bagi lingkungan karena terbuat dari bahan alami, teksturnya yang antik dapat memudahkan oksigen untuk bertukar didalam tanah sehingga dapat menyuburkan tanaman. Cocopeat juga mengandung sejenis jamur fungi dan memiliki fungsi anti bakteri yang sangat menguntungkan bagi tanaman.  

 

Umumnya penggunaan sabut kelapa digunakan di wilayah yang memiliki curah hujan yang rendah, hal ini didasari oleh pernyataan bahwa sabut kelapa akan mudah lapuk jika terlalu sering terkena ai, lebih parahnya dapat menimbulkan penyakit karena sabut kelapa dapat dengan mudah untuk membusuk. Namun hal tersebut dapat dihindari dengan merendam sabut kelapa terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai media tanam kedalam larutan fungisida.

5. Hydrogel

Media Tanam Hydrogel

 

Yang terakhir adalah media tanam Gel yang sangat unik namun cocok digunakan oleh Sobat Berkebun yang memiliki lahan sempit untuk bertanam sehingga menggunakan ruangan tertutup untuk sebagai lahannya. Dilansir oleh Mediatani.co   Media tanam gel atau yang biasa disebut dengan hydrogel ini umum digunakan dengan cara hidroponik dan memberikan tampilan yang indah serta perawatannya pun mudahsehingga  cocok bagi para pemula untuk menanam.

 

Kelebihan dari digunakannya hydrogel ini adalah anda hanya memerlukan waktu satu sampai dua bulan sekali untuk menyemprot tanaman anda karena gel tersebut dapat memberikan unsur mineral yang cukup bagi tanaman, sehingga selain memberikan kesan keindahan, hydrogel dinilai sangat efisien.

 

Umumnya hydrogel digunakan untuk tanaman dalam rumah seperti anthurium, philodendron hingga terarium. Namun jangan pernah menggunakan hydrogel untuk jenis tanaman seperti bonsai ataupun adenium karena kedua tanaman tersebut memiliki akar yang keras sehingga dapat menyebabkan vas pecah.

 

Fungsi ataupun manfaat lain dari media tanam hydrogel adalah merupakan salah satu media tanam yang ramah lingkungan dan terhindar dari erosi ataupun pencemaran tanah, selain itu hydrogel juga dapat terurai secara alami dan baik oleh para mikroba untuk dijadikan H20, Nitrogen dan O2.

 

Cara memelihara hydrogel sebagai media tanam pun cukup mudah, hanya dengan menyiram daun menggunakan handsprayer satu atau dua kali dalam sebulan saja, lalu jika ingin membersihkan daun dapat dibersihkan menggunakan tissue kering ataupun basah saja. Setelahnya jika vas ataupun hydrogel terlihat berlumut karena lembab, Sobat Berkebun dapat menyiram hydrogel dengan air di wadah yang lain lalu ketika hydrogel sudah bersih dari lumut anda dapat menggunakan gel itu kembali. Selanjutnya adalah ketika akar tanaman anda membusuk, anda dapat mengeluarkan akar, memotongnya, membersihkan gel agar bersih kembali, keringkan lalu masukkan kembali gel tersebut. Dan yang terakhir adalah pemupukan menggunakan media tanam gel dapat dilakukan dalam jangka waktu 3-6 bulan sekali atau ketika tanaman dirasa kekurangan unsur hara.

Cukup mudah bukan Sobat Berkebun dalam memahami beberapa media tanam yang dapat membantu anda dalam melakukan penanaman tanaman dirumah, terutama bagi para pemula yang belum mengerti terkait bagaimana cara pengganti media tanam. Jika anda penasaran dengan tanaman apasajakah yang dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk ditanam dirumah bagi pemula, anda dapat menuju artikel 4 Cara mudah berkebun untuk pemula.

 

Selamat Berkebun, Sobat Berkebun!

Leave a Comment