Jangan dibuang! Inilah Manfaat Air Cucian Beras untuk Tanaman
Source: Unsplash.com

Jangan dibuang! Inilah Manfaat Air Cucian Beras untuk Tanaman

Sebagai warga Indonesia, pasti hampir setiap hari menanak nasi sebagai sumber karbohidrat utama. Tentunya tidak lupa untuk selalu mencuci beras sebelum dimasak. Tahukah sobat? Ternyata air cucian beras memiliki beragam kegunaan untuk wajah, rambut, bahkan tanaman. Walaupun terdengar unik namun ternyata ada beberapa bukti ilmiah yang mendukung pernyataan ini. Berbagai manfaat air cucian beras akan dikupas tuntas dalam artikel berikut ini.

Fakta kandungan dalam air cucian beras

Dikutip dari Bali Advertiser, Dr kris menjelaskan bahwa studi penelitian dari Malakar dan Banarjee (1959) yang ditinjau oleh Juliano (1985, 1993), melaporkan bahwa mencuci beras dapat menyebabkan hilangnya setengah dari vitamin dan mineral yang larut dalam air dari beras. Jumlah pasti kehilangan unsur hara akan bergantung pada jenis beras, berapa banyak air yang digunakan, dan cara pencuciannya. Umumnya, setelah dicuci beras kehilangan hingga 7% protein, 30% serat kasar, 15% asam amino bebas, 25% kalsium (Ca), 47% total fosfor (P), 47% besi (Fe), 11% seng ( Zn), 41% kalium (K), 59% tiamin, 26% riboflavin, dan 60% niasin. Logikanya, apa yang hilang dari beras sekarang diperoleh dengan air. Selanjutnya, dapat dibuat hipotesis bahwa nutrisi yang larut dalam air beras dapat bermanfaat bagi tanaman hias kita.

Dr. Kris juga menjabarkan mengenai studi ilmiah yang baru dilakukan beberapa tahun yang lalu oleh mahasiswa pascasarjana di bawah bimbingan Dr. Christopher Teh, dosen senior bidang pemodelan tanaman, biofisika lingkungan, dan konservasi tanah dari Fakultas Pertanian, Universitas Putra Malaysia. Fokus penelitian ini adalah mempelajari pengaruh air beras pada kangkung – sayuran yang paling banyak dikenal, terutama yang suka makan padang, nasi campur dll. Perlakuan yang dilakukan adalah dengan: 1) pencucian air beras, 2) pemupukan NPK 15:15:15, dan 3) kontrol.

Percobaan pertama dimulai dari menggunakan air beras, satu tanaman kangkung disiram setiap hari dengan 200 ml air dari beras yang dicuci. Percobaan kedua dengan pemberian NPK 5 g NPK 15:15:15 diaplikasikan pada tanah satu kali (sebelum ditanam) per tanaman, kemudian disiram setiap hari. dengan 200 ml air ledeng. Percobaan ketiga, kangkung diberikan perlakuan kontrol atau hanya disiram setiap hari dengan 200 ml air ledeng per tanpa pemberian pupuk atau pencucian air beras. Dalam percobaan selalu digunakan beras putih yang sama, dan perbandingan beras terhadap air adalah 1,0: 1,5 L


Cara mencuci beras selalu dilakukan dengan cara yang sama. Percobaan dilanjutkan selama lima minggu, kemudian dilakukan pengukuran beberapa parameter pertumbuhan tanaman – jumlah daun, tinggi tanaman, bobot segar dan berat tanaman kering, luas daun, dan luas daun atau ketebalan daun tertentu.

 

Hasil studi pemanfaatan air beras untuk tanaman menunjukkan bahwa penggunaan air dari beras yang dicuci sama efektifnya, dan dalam beberapa kasus lebih efektif daripada pupuk NPK dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman, setidaknya dalam hal jumlah daun tanaman yang dihasilkan. Biomassa tanaman lebih tinggi, dan kedua percobaan lebih efektif daripada kelompok kontrol air biasa. Implikasi dari penelitian ini berarti air cucian beras akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan air biasa saja. Wow, sungguh menarik penemuan dari penelitian sederhana ini!

 

Fakta penting lainnya termasuk kandungan kalium (K) dan nitrogen (N) yang lebih tinggi di tanaman (serta di dalam tanah untuk K). Dapat disimpulkan bahwa air beras memasok nutrisi penting NPK yang dibutuhkan oleh semua tanaman dan akan memiliki efek yang menguntungkan pada setiap taman dengan mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan hasil biomassa.

 

Hasil fisik yang menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat dan peningkatan massa biologis secara langsung disebabkan oleh nutrisi yang tercuci di dalam air beras. Selanjutnya, informasi dari sumber lain juga menunjukkan bahwa pati yang ditemukan dalam air beras mempercepat pertumbuhan berbagai jenis bakteri dan jamur tanah yang menguntungkan seperti lactobacilli dan mikoriza yang telah ditemukan sebelumnya di tanah – yang kemudian di giliran memberi makan tanaman, membantu tanaman tumbuh lebih kuat, lebih sehat dan lebih tahan terhadap penyakit.

 

Air beras adalah pupuk yang ringan dan penggunaan yang konsisten dapat menghilangkan kekhawatiran tentang pemberian pupuk yang berlebihan. Pati dari sisa air beras akan membantu mendorong bakteri tanah yang menguntungkan, sedangkan vitamin dan mineral akan menambah sedikit NPK (nitrogen, fosfor dan kalium) ke dalam tanah. Tentunya, sobat harus menunggu sampai air menjadi dingin sebelum sobat mulai menggunakannya pada tanaman. Faktanya, menggunakan segala jenis air yang tersisa setelah memasak atau mengukus sayuran, memasak pasta atau merebus telur akan bermanfaat untuk taman selama terlalu banyak garam yang belum ditambahkan. 

 

Sederhananya, menggunakan air beras adalah cara yang bagus untuk menghemat air, dan juga merupakan tambahan kandunganyang disambut baik sebagai pupuk dan kondisioner tanah yang akan membantu sobat mendapatkan lebih banyak manfaat dari tanaman hias dan makanan di taman sobat. Menuangkannya ke wastafel lebih dari sekadar membuang-buang air, terutama jika taman sobat dapat menggunakan air infus nutrisi dengan NPK.

Leave a Reply