Cara Menanam Hidroponik untuk Pemula

Cara Menanam Hidroponik untuk Pemula

Cara menanam hidroponik menjadi salah satu metode sangat populer akhir-akhir ini. Hidroponik (hydroponic) merupakan cara bercocok tanam yang sedang tren di tengah pandemi virus Corona. Menanam sayuran dan buah-buahan memang menjadi suatu hal yang paling diminati, namun banyak sekali yang terhambat untuk memulai karena keterbatasan lahan.

Sebenernya, ada beberapa metode bercocok tanam yang kamu bisa pelajari untuk memaksimalkan kegiatan menanamu. Nah, salah satu cara bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan sempit yang bisa dilakukan adalah dengan metode hidroponik ini, sobat!

Mau tahu lebih detail apa itu hidroponik, keuntungannya dan bagimana cara bercocok tanaman menggunakan metode ini? Yuk, cari tahu infonya, sobat!

Table of Contents

1. Apa itu Cara Menanam Hidroponik?

2. Keuntungan Menggunakan Cara Menanam Hidroponik

3. Cara Menanam Hidroponik

1. a. Cara Menanam Hidroponik: Sistem Aeroponik

1. b. Cara Menanam Hidroponik: Sistem Nutrient Film Technique (NFT)

1. c. Cara Menanam Hidroponik: Sistem Drip

1. d. Metode Hidroponik: Sistem Pasang Surut

1. e. Metode Hidroponik: Sistem Deep Flow Technique (DFT)

Apa itu Cara Menanam Hidroponik?

Hidrponik adalah teknik bercocok tanam yang sangat digemari oleh banyak masyarakat. Mungkin kamu pernah melihat tapi tidak tahu namanya, atau sebaliknya. Pada intinya, dalam sebuah artikel yang ada di jirifarm.com dijelaskan bahwa hidroponik berasal dari bahasa Yunani yang memiliki dua kata, yaitu hydroyang memiliki makna air dan ponosyang berarti daya atau kerja. Jadi dapat kita pahami bahwa hidroponik adalah metode bercocok tanam dengan memanfaatkan air/larutan mineral bernutrisi saja, lho! Hal itu dilakukan agar tanaman dapat tumbuh di pot/wadah lainnya tanpa media tanah yang mengandung unsur seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan genteng/batu bata, serbuk kayu dan lain sebagainya, dilansir dari tokopedia.com. Sekarang, hidroponik telah dikenal sebagai Soilles Scultureyang berarti metode bercocok tanam tanpa tanah.

Sedikit sejarah tentang hidroponik, sebenernya teknik ini merupakan salah satu inovasi bercocok tanam yang telah lahir akibat kritisnya sumberdaya lahan yang tersedia. Namun ini bukan teknik baru, lho. Bercocok tanam menggunakan media air, atau metode hidroponik, sudah di kenal sejak lama. Menurut jojonomic.com, metode ini sudah dikenal ketika Taman Babilonia ada, lho!

Dan menurut artikel ini, manusia purba juga telah melakukan pencampuran nutrisi pada air untuk kemudian diberikan kepada tanaman dan budidaya tumbuhan mereka, khususnya semangka, saat itu. Namun istilah hidroponik baru dikenal dan lahir pada tahun 1936, saat hasil yang ditemukan oleh Agronomis asal Universitas California, USA, Dr. WF. Gericke mengkonfirmasi metode ini.Sejak itu, metode ini dikenal cukup sederhana untuk dapat diterapkan oleh siapa saja, termasuk ibu rumah tangga.

Selanjutnya, ada sejarah lain tentang pengaplikasian hidroponik, lho. Pasca terkena serangan bom atom tahun 1950, banyak lahan di Jepang tidak dapat ditumbuhi tanaman atau tumbuhuan dikarenakan tanah yang tandus. Sehingga saat itulah metode hidroponik diterapkan secara masif. Kemudian metode ini diikuti oleh Negara lainnya, seperti Irak, Bahrain dan Iran. Menarik ya, sobat?

Seperti yang pernah dijelaskan di atas, metode hidroponik paling tepat untuk bercocok tanam dengan lahan yang terbatas. Metode ini cukup efektif dan mudah, dan siapapun bisa bercocok tanam menggunakan metode ini. Cara menanam hidroponik sangatlah mudah dan tidak terlalu sulit untuk dijalankan.

Keuntungan Mengunakan Cara Menanam Hidroponik

Setelah membahas sedikit tentang metode hidroponik dan sejarah bercocok tanam dengan teknik ini, sekarang kita akan membahas keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika kamu menerapkannya. Banyak sekali kelebihan yang bisa kamu dapatkan dari teknik ini, yaitu:

  • Cocok untuk diterpakan di lahan yang sempit
  • Praktis dan mudah dalam melakukan prewatan
  • Tanaman dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dengan kualitas yang baik
  • Harga jual tanaman hidroponik lebih tinggi
  • Tidak bergantung pada musim
  • Hemat air
  • Tidak membutuhkan tanah
  • Ramah lingkungan karena bebas dari bahan kimia atau pestisida
  • Risko terkena bencama alam, seperti banjir atau kekeringan, sangat kecil
  • Efisien karena pemakaian pupuk sangat hemat

Walaupun banyak sekali hal positif yang bisa di dapatkan dari metode ini, ada beberapa kekurangan yang wajib kamu perlu pertimbangkan diawal seperti investi awal yang tidak murah, membutuhkan skills dan ketelitian ekstra. Apakah kamu tertarik untuk mempelajari lebih dalam cara menanam hidroponik? Jika iya, simak penjelasannya lebih lanjut!

Cara Menanam Hidroponik

Cara menanam hidroponik merupakan salah satu teknik bercocok tanam yang sangat populer akhir-akhir ini. Namun, ada 5 sub sistem dalam metode ini yang bisa kita gunakan.

1. Cara Menanam Hidroponik: Sistem Aerponoik

Cara Menanam Hidroponik: Sistem Aeroponik
source: 8villages.com

Aeroponik adalah salah satu metode Hidroponik yang cocok kamu terapkan untuk bercocok tanam. Aeroponik berasal dari dua kata yaitu aero yang berarti udara dan phonic yang berarti cara budidaya. Buat kamu yang baru mendengar metode berkebun ini, aeroponik merupakan cara bercocok tanaman yang memanfaatkan udara sebagai media tanam utamanya tanpa menggunakan tanah.

Pada intinya, metode ini unik sekali karena tanaman diletakkan pada posisi yang tinggi dan akar tanaman pun menggantung di atas udara. Jadi, tumbuhan akan mendapatkan nutrisi dan air menggunakan sistem penguapan atau kabut. Nah, tapi pengkabutannya berasal dari mana? Jadi, pengkabutan tersebut berasal dari pompa air yang kita letakan di bak penampungan. Dengan sistem ini, akar dari tumbuhan menggantung yang kita tanam akan sangat mudah menyerap nutrisi yang kita berikan.

Dengan cara ini, banyak sekali keuntungan yang bisa kamu dapat seperti tanaman kamu akan tumbuh lebih cepat dengan kualitas yang baik dan segar. Selain itu cita rasa dan aroma tanaman juga menjadi lebih baik. Jika kamu tertarik untuk mengaplikasikan aeroponik, kamu hanya harus menyiapkan lembaran Styrofoam atau gabus, sesuai yang sudah dijelaskan di salah satu artikel kami.

Baca juga: Cara berkebun di lahan yang sempit

2. Cara Menanam Hidroponik: Sistem Nutrient Film Technique (NFT)

Cara Menanam Hidroponik - NFT
source: agroniaga.com

Berikutnya adalah sistem terbaru dalam proses bercocok tanam dengan metode hidroponik yaitu Nutrient Film Technique (NFT). Jika kamu memiliki lahan namun tanahnya kurang subur, sistem ini sangat cocok untuk kamu aplikasikan.

Pada intinya, sistem ini mengandalkan pipa atau talang air dan bisa memberikan hasil panen yang baik dan berkualitas. Sistem ini berbeda dengan sistem aeroponik yang kita sudah jelaskan. Konsep dasarnya adalah mengalirkan nutrisi hidroponik ke akar tanaman secara tipis (film). Tujuannya suapaya akar tanaman bisa mendapatkan asupan oksigen, nutrusi dan air yang cukup dan berkualitas. 

Ada beberapa keunggulan dari sistem ini yang perlu kamu ketahui seperti pertumbuhan tanamanmu bisa lebih cepat, seragam dan berkualitas, dibandingkan dengan sistem lain. Namun, kamu perlu ketahui juga bahwa sistem ini sangat ketergantungan dengan listrik. Pompa listrik dibutuhkan untuk memabntu pergerakan air. Jika aliran listrik mati, maka akar tanaman bisa cepat kering dan kekurangan nutrusi.

3. Cara Menanam Hidroponik: Sistem Drip

Cara Menanam Hidroponik: Sistem Drip - Hidroponik
source: tanamanhidroponikku.com

Selain itu, ada sistem unik bernama sistem drip atau sistem tetes dalam proses bercocok tanam dengan metode hidroponik. Sistem ini memiliki keunggulan karena sangat mudah untuk diterapkan. Perlengkapannya juga tidak perlu banyak serta lebih multifungsi dan efektif.

Bagaimana cara kerja sistem drip? Sesuai namanya, kamu hanya perlu menteteskan larutan nutrisi ke setiap akar tanaman untuk melembabkan dan membasahkan akar tersebut.

4. Metode Hidroponik: Sistem Pasang Surut

sistem pasang surut hidroponik
source: tanamanhidroponikku.com

Berikutnya, sistem pasang surut merupakan salah satu teknik hidroponik yang banyak digunakan. Dengan sistem ini, kamu dapat memberikan air serta oksigen kepada tanaman. Sebenernya, cara kerja sistem ini sangat sederhana. Proses pertama adalah proses pasang, dimana nutrisi air dan oksigen diberikan melalui pompaan bak penampung yang nantinya akan membasahi akar tanaman. Setelah proses pasang, ada proses surut dimana nutrisi tersebut akan kembali ke bak penampungan. Kamu juga bisa menggunakan sistem timer atau penanda waktu yang dapat kamu pakai untuk mengatur pasang surut air agar nutrisi dapat diberikan secara periodik dan teratur.

Sistem ini sangat cocok untuk tumbuh-tumbuhan yang kecil hingga medium. Namun, tumbuhan yang agak besar juga dapat menggunakan sistem ini. Tidak perlu repot, kamu bisa memakai ember, tabung, botol 2 liter, botol air tong sampah dan alat-alat lainnya yang dapat menampung air untuk menerapkan sistem ini. Walaupun sistem ini cukup mudah, biaya yang dikeluarkan bisa lebisa besar, karena membutuhkan pasokan listrik yang jauh lebih banyak.

5. Metode Hidroponik: Sistem Deep Flow Technique (DFT)

Sistem hidroponik DFT
source: guyubtani.blogspot.com

Sistem hidroponik terakhir adalah Deep Flow Technique(DFT). Pada intinya, akar tanaman akan diletakkan pada lapisan air pada kedalaman berkisar 4-6 cm. 

Seperti sistem yang lain, DFT membutuhkan tenaga listrik untuk mensirkulasikan air ke dalam talang-talang dengan menggunakan pompa air. Kamu juga dapat menggunakan timer untuk mengatur waktu hidup dan mati pompa tersebut agar bisa lebih hemat.

Berbeda dengan sistem yang lain, kamu tidak perlu khawatir jika listrik sedang padam, karena kebutuhan nutrisi untuk tanaman tetap tersedia sampai 6 cm.

Selain 5 sistem diatas, sistem hidroponik masih bisa dikembangkan. Kamu bisa menjadi seseorang yang menemukan sistem baru, lho. Tapi, perlu diingat bahwa penting sekali untuk kamu memilih sistem yang mudah dan sesuai kebutuhkan serta kemampuanmu.

Untuk info tambahan saja, untuk kamu yang ingin tahu tanaman apa saja yang dapat kamu budidayakan dengan metode ini, berikut akan kita bahas. Untuk tanaman sayur, selada air, bayam, sawi, brokoli, kangkung, kale, daun kemangi, dan daun seledri merupakan jenis-jenis tanaman sayur yang dapat kamu tanam menggunakan metode hidroponik. Untuk tanaman buah, tomat, timun, paprika, strawberry, buncis, terong, cabai, dan pare adalah jenis tanaman buah yang dapat kamu tanam.

Sangat menarik kan, sobat? Pandemi ini memang mengharuskan kamu untuk melakukan aktivitas di rumah saja. Namun kamu bisa melakukan banyak hal dirumah termasuk berkebun. Untuk kamu yang ingin berbelanja kebutuhan bercocok tanam, kamu bisa belanja secara online saja karena banyak sekali kelebihan dari berbelanja online, termasuk untuk menghindari risiko penularan melalui barang.

Semoga infonya bermanfaat ya, sobat!

Belanja sekarang: Sobatberkebun.com

Baca juga: manfaat berkebun selama pandemi

Source featured image: tokopedia.com

Leave a Reply