Ayat Al-Quran Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman? Cek Faktanya!
Al Quran dan Tanaman Unsplash

Ayat Al-Quran Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman? Cek Faktanya!

Halo, Sobat! Ingin memulai berkebun di rumah sendiri? Ada penelitian yang menyatakan bahwa ayat Al-Quran mampu mempengaruhi pertumbuhan tanaman, lho! Sejatinya, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman bisa dari faktor eksternal dan faktor internal.  Namun, dilansir dari Kabar Mekkah menyatakan bahwa buku karya Dr. Nadiah Tharayyarah yang berjudul ‘ Buku Pintar Sains dalam Al Quran’ menjelaskan terkait fakta pertumbuhan tanaman dapat dipengaruhi oleh bacaan ayat-ayat Al-Quran. 

Penelitian oleh Dr. Nadiah Tharayyarah

Dr. Nadiah Tharayyarah adalah seorang profesor dari Makkah dan memiliki sejumlah penelitian di bidang fisiologi tumbuhan. Beliau menjabarkan bahwa tumbuhan adalah mahluk-mahluk Allah yang bisa merasa, mendengar, dan bereaksi positif maupun negatif terhadap faktor di sekitarnya.

 

Penelitian ini diawali dengan melakukan serangkaian percobaan di laboraturium pada tahun 1997. Pertama, beliau menyiapkan empat kotak berbahan plastik dengan ukuran yang sama, dan diisi tanah dan ditanami bibit gandum masing-masing. Selanjutnya, diberi pupuk dan disirami dengan takaran yang sama.

 

Setelah itu, peneliti meminta salah satu mahasiswanya untuk membacakann sejumlah Surah Al-Quran, seperti Surah Yasin, Al-Fatihah, Al-Ikhlas, dan Ayat Kursi. Mahasiswa tersebut rutin membacakan surah-surah tersebut sebanyak 2 kali seminggu untuk kotak pertama.

 

Mahasiswa kedua diberi tugas untuk mengkoyak-koyak tanaman dan dipotong-potong tangkainya dengan disertai kata-kata sumpah serapah yang tidak patut diucapkan.

 

Lalu, mahasiswa ketiga mendapat tugas untuk memukul-mukul tanaman di kotak ketiga. Setelah itu dibakar dan dicacah-cacah daunya.

 

Kotak terakhir dibiarkan untuk tumbuh secara alami dan teratur.

 

Hasil percobaan diatas menunjukan bahwa bibit tanaman di kotak pertama yang dibacakan ayat Al Quran, tumbuh dan berbuah 44% lebih baik dibanding bibit tanaman pada kotak keempat. Selanjutnya, tanaman di kotak kedua dan kotak ketiga yang diperlakukan kurang baik, tumbuh 33% lebih rendah dan kualitas buahnya 80% lebih buruk.

 

Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa, jika seorang mukmin bercocok tanam sambal melantukan ayat Al Quran dengan mengingat Allah, insya Allah hasil pertaniannya pun akan berlimpah.

Studi Kasus Suara Pembacaan Al Quran Pada Tanaman

Penelitian yang berjudul “Analysis of sound frequency exposure at growing phase of Chrysanthemum Sp. (Case study: Exposure by Quran recitation)” ini ditulis oleh L Chaidir, L Kamelia, dan A Rahman. Jurnal ini diterbitkan oleh Journal of Physics: Conference Series  pada 2019 lalu. Mereka melakukan penelitian berdasarkan dari efek gelombang suara pada tumbuhan. Gelombang suara mempengaruhi tanaman pada frekuensi yang berbeda, tingkat tekanan suara, presentasi periode, dan jarak dari sumber suara. Percobaan dilakukan dengan cara membandingkan Tanaman krisan yang terpapar bacaaan Al Quran (penelitian ini menggunakan bacaan Surat Al-Fatihah) pada selama 2 jam selama 8 Minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Alquran pembacaan berpengaruh terhadap tumbuh tinggi  jumlah daun, dan jumlah akar.

 

Berikutnya, pada pengujian pembukaan stomata, daun yang diberi perlakuan pembacaan surah Al-Fatihah, mengalami bukaan stomata lebih lebar dari daun yang tidak terpapar bacaan ayat Al Quran. Studi ini adalah awal penelitian untuk mencari frekuensi yang tepat untuk merangsang pertumbuhan pada tanaman.

 

Wah, cukup menarik yah sobat penelitian diatas! Ada yang ingin langsung mencobanya?

Faktor-Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman

Berdasarkan Ruang Guru, berikut adalah faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi kembah tumbuh tanaman.

  • Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan. Diantaranya adalah zat hara, cahaya, air, suhu, oksigen dan kelembapan. Zat hara adalah unsur makronutrien dan mikronutrien, misalnya karbondioksida. Selain zat hara, cahaya dan air juga memiliki fungsinya sendiri sebagai faktor eksternal dalam perkembangan sebuah tumbuhan.

 

Cahaya membantu dalam proses fotosintesis, sedangkan air berfungsi untuk membantu biji berkecambah dan sebagai sumber zat fotosintesis. Selain itu, oksigen berfungsi untuk proses respirasi , sedangkan kelembapan berguna untuk mengatur proses perkecambahan. Terakhir, suhu ternyata dapat mempengaruhi aktivitas enzim dalam tumbuhan, lho. 

  • Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri. Yang termasuk ke dalam faktor internal antara lain gen dan fitohormon. Gen merupakan substansi yang menurunkan sifat dari induk kepada keturunannya. Dalam tumbuhan, gen bisa mengatur keadaan fisik dan non fisik tumbuhan, misalnya warna bunga atau rasa buahnya.

 

Berikutnya, fitohormon adalah zat yang mengendalikan fungsi tubuh pada tumbuhan. Contoh fitohormon antara lain auksin, giberelin, sitokinin, asam abisat, etilen, traumalin, dan kalin.

Hadits-hadits Anjuran Bercocok Tanam

Bagi sobat yang ingin mencoba ataupun sudah terjun ke dunia berkebun, ternyata banyak hadits yang menganjurkan kita untuk bercocok tanam  lho! Berikut adalah beberapa hadits yang dilansir dari  Petani Rumahan 

  • Dari Jabir bin Abdullah Rodhiyallohu ‘Anhudia bercerita bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَ مَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَ مَا أَكَلَتِ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةً وَ لاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً

 

“Tidaklah seorang muslim menanam suatu pohon melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu sebagai sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut sebagai sedekah baginya dan tidaklah kepunyaan seorang itu dikurangi melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Muslim Hadits no.1552)

 

  • Dari Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘Anhubahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا, أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيْمَة ٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

 

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian pohon/ tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Bukhari hadits no.2321)

 

  • Dari Jabir bin Abdullah Rodhiyallohu ‘Anhudia berkata, telah bersabda Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam:

فَلاَ يَغْرِسُ الْمُسْلِمُ غَرْسًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَ لاَ دَابَّةٌ وَ لاَ طَيْرٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

 

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Imam Muslim hadits no.1552(10))

Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits-hadits tersebut merupakan dalil-dalil yang jelas mengenai anjuran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bercocok tanam.

Manfaat bercocok Tanam

Mengapa Nabi Muhammad menganjurkan kita untuk bercocok tanam? Ternyata, karena di dalam bercocok tanam terdapat 2 manfaat yaitu manfaat dunia dan manfaat agama.

 

Pertama: Manfaat yang bersifat Dunia (dunyawiyah) dari bercocok tanam adalah menghasilkan produksi (menyediakan bahan makanan). Karena dalam bercocok tanam, yang bisa mengambil manfaatnya, selain petani itu sendiri juga masyarakat dan negerinya. Lihatlah setiap orang mengkonsumsi hasil-hasil pertanian baik sayuran dan buah-buahan, biji-bijian maupun palawija yang kesemuanya merupakan kebutuhan mereka. Mereka rela mengeluarkan uang karena mereka butuh kepada hasil-hasil pertaniannya. Maka orang-orang yang bercocok tanam telah memberikan manfaat dengan menyediakan hal-hal yang dibutuhkan manusia. Sehingga hasil tanamannya menjadi manfaat untuk masyarakat dan memperbanyak kebaikan-kebaikannya.

 

Kedua: Manfaat yang bersifat agama (diniyyah) yaitu berupa pahala atau ganjaran. Sesungguhnya tanaman yang kita tanam apabila dimakan oleh manusia, binatang baik berupa burung ataupun yang lainnya meskipun satu biji saja, sesungguhnya itu adalah merupakan sedekah bagi penanamnya, sama saja apakah dia kehendaki ataupun tidak, bahkan seandainya ditakdirkan bahwa seseorang itu ketika menanamnya tidak memperdulikan perkara ini (perkara tentang apa yang dimakan dari tanamannya merupakan sedekah) kemudian apabila terjadi tanamannya dimakan maka itu tetap merupakan sedekah baginya.

Ayat-Ayat Al Quran Tentang Tanaman

  • Quran Surat Al-An’am Ayat 95

۞ إِنَّ ٱللَّهَ فَالِقُ ٱلْحَبِّ وَٱلنَّوَىٰ ۖ يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ ٱلْمَيِّتِ مِنَ ٱلْحَىِّ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

 

Arab-Latin: Innallāha fāliqul-ḥabbi wan-nawā, yukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa mukhrijul-mayyiti minal-ḥayy, żālikumullāhu fa annā tu`fakụn

Terjemah Arti: Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?

 

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI
Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan, padi-padian, dan biji kurma serta buah-buahan lainnya. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah bukti kekuasaan Allah, maka mengapa kamu masih berpaling’ setelah menjelaskan kekuasaan-Nya terhadap sesuatu yang bersifat material dan berada di bumi, kini dijelaskan tentang benda-benda langit. Dia menyingsingkan pagi agar aneka makhluk dapat melakukan berbagai aktivitas, dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan menjadikan matahari dan bulan beredar dengan ketelitian yang amat mengagumkan yang berguna sebagai dasar untuk perhitungan bulan dan tahun. Itulah ketetapan Allah yang mahaperkasa, maha mengetahui.

 

Referensi: https://tafsirweb.com/2219-quran-surat-al-anam-ayat-95.html

 

  • Quran Surat An-Nahl Ayat 10

 

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً ۖ لَّكُم مِّنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

 

Arab-Latin: Huwallażī anzala minas-samā`i mā`al lakum min-hu syarābuw wa min-hu syajarun fīhi tusīmụn

 

Terjemah Arti: Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu

 

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

 

Dia-lah yang menurunkan bagi kalian hujan dari awan, lalu menjadikan darinya bagi kalian air yang kalian minum, dan menumbuhkan bagi kalian pepohonan yang kalian mengembalakan ternak-ternak kalian padanya, dan kembali untuk kalian air susunya dan manfaatnya juga.

Referensi: https://tafsirweb.com/4358-quran-surat-an-nahl-ayat-10.html 

 

  • Quran Surat Qaf Ayat 9

وَنَزَّلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً مُّبَٰرَكًا فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ جَنَّٰتٍ وَحَبَّ ٱلْحَصِيدِ

 

Arab-Latin: Wa nazzalnā minas-samā`i mā`am mubārakan fa ambatnā bihī jannātiw wa ḥabbal-ḥaṣīd

 

Terjemah Arti: Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam,

 

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta’dzhim al-Qur’an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur’an Universitas Islam Madinah

9-11. Dan Kami turunkan hujan dari awan, yang membawa banyak kebaikan dan keberkahan; kemudian dengan air hujan itu Kami tumbuhkan kebun-kebun yang subur, biji-bijian yang dapat dipanen, dan pohon-pohon kurma yang menjulang tinggi dan buahnya saling bertumpuk. Kami menumbuhkan berbagai kebaikan ini sebagai rezeki bagi para hamba, agar mereka memanfaatkannya. Dan Kami menumbuhkan dengan air yang diberkahi ini tanah yang tandus, sehingga menjadi hijau dan subur. Seperti itulah Kami akan mengeluarkan kalian dari kubur dalam keadaan hidup.

Referensi: https://tafsirweb.com/9815-quran-surat-qaf-ayat-9.html

Wah, semoga sobat yang membaca dapat banyak ilmu dan pengetahuan baru yah! Baca juga artikel terbaru kami disini .

Leave a Reply